Monday, 25 May 2015

Kepercayaan Manusia

Kepercayaan Manusia


Hasil gambar untuk gambar kepercayaan manusia
Salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus....
Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Berbicara mengenai kepercayaan, berarti kita bicara tentang iman manusia. Iman adalah sesuatu yang harus dipertahankan tanpa ada perbantahan dan semestinya tidak perlu di buktikan karena iman adalah bukti itu sendiri. Tetapi dalam dunia sekarang manusia sering tidak mempertahankan imannya sendiri dan seringkali tidak mengakui akan hal-hal yang ajaib yang telah di lakukan oleh Tuhan Allah kita sendiri. Iman adalah kepercayaan kepada sesuatu yang membawa kehidupan, jika saudara tidak mempunyai iman maka apakah artinya saudara hidup? Bukankah segala yang ada di dunia ini adalah sia-sia? Karena dunia ini adalah tempat bersarangnya kejahatan. Orang mengatakan dirinya pintar atau pandai tapi segala hal itu adalah untuk memuji dirinya sendiri dan kepandaian adalah sesuatu yang jahat. Kepintaran manusia hanya akan membawa kehancuran bagi manusia.
Manusia sering menyampingkan hal-hal yang ajaib yang telah di lakukan oleh Allah, malahan manusia lebih percaya kepada sesuatu yang ajaib yang berada di luar Allah. Manusia lebih percaya sihir dari pada Allah itu sendiri. Manusia lebih percaya kepada manusia yang sia-sia dari pada Allah yang membawa kehidupan. Darimanakah segala kehidupan ini? Bukankah Dia sendiri yang telah menjadikan kesemuanya dengan kedua tangan-Nya? Jika kita percaya kepada iman dan tidak bersandar kepada kepandaian kita maka yang ada adalah hidup yang penuh dengan rasa syukur. Sekarang segala sesuatu yang telah dinubuatkan telah terjadi dan lalu hal apakah yang kamu ragukan dari Tuhan Allah kita? 
Agama memang berbicara mengenai Tuhan Allah, tetapi yang menyelamatkan bukanlah agama itu tetapi oleh karena Tuhan sajalah yang menyelamatkan. Tidak ada orang yang dibenarkan oleh agama, tidak ada orang yang dapat masuk kedalam Surga oleh karena agama. Dapatkah agamamu menjamin dirimu masuk Surga? Tidak ada. Tuhan dala kekristenan tidak pernah berjanji bahwa agamalah yang menyelamatkan manusia, tetapi oleh karena diri-Nya sendirilah manusia itu selamat. Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa agamalah yang bisa membawa manusia itu masuk Surga maka sesatlah orang itu, karena agama itu sendiri adalah perbuatan manusia dan bukan perbuatan Allah, agama adalah suatu organisasi yang dibentuk oleh manusia bukan oleh Allah. Siapakah yang dalam agamanya bisa menjamin seseorang bisa masuk Surga? TUhan yang menjamin manusia bukan agama yang menjamin manusia. Tuhan adalah iman yang kita percayai sebagai Pencipta manusia dan alam semesta bukan agama yang melakukan hal itu.
Jika agama mengatakan bahwa dengan membela Tuhan maka kamu akan selamat dan masuk Surga, maka yang jadi pertanyaannya ialah apakah TUhan itu? Apakah Dia tidak mampu untuk menghancurkan lawan-lawan-Nya? Dan siapakah yang bisa menjadi lawan-Nya?. Manusia yang mempunyai paham seperti ini adalah manusia yang menganggap dirinya lebih besar dari Tuhan itu sendiri dan manusia ini merendahkan kekuatan Tuhan Allah kita.Terlalu sombong untuk mengtakan hal-hal ini, terlalu sombong untuk mengatakan bahwa dengan kepintaranmu kamu dapat memahami TUhan. Dapatkah akal manusia bisa menggambarkan keagungan dari TUhan?. Dapatkah seorang manusia mengatakan dengan pasti bahwa Tuhan bisa di ukur? Jikalau demikian maka jelaskanlah hal-hal yang ajaib yang telah dilakukan oleh Allah beserta maksud dan tujuan dari Allah melakukan semua hal yang ajaib itu. Jika saudara memang bisa menerangkan hal-hal ini maka saudara lebih hebat dari pada Tuhan itu sendiri dan saudara mengangkat diri saudara untuk melebihi Tuhan. Satu pertanyaan saja untuk saudara, dapatkah saudara jelaskan darimanakah dan akan kemanakah angin itu dan dapatkah saudara bisa menjaring angin?
Itulah mengapa kepintaran manusia adalah kejahatan di mata Allah, karena kepintaran manusia membawa manusia kepada kehancuran dan bukannya kehidupan. Semakin pintar maka saudara semakin meragukan iman kepada Tuhan Allah kita, saudara menganggap bahwa dengan kepintaran saudara, maka saudara bisa masuk kerajaan Surga. Hanya akal budi dan kebijaksanaan yang dikaruniakan Tuhan Allah saja kepada manusia itu sendiri yang bisa membawa manusia ke kehidupan yang kekal, hanya bersandar dan berpengertian kepada-Nya sajalah yang bisa membawa kamu sampai di kota permai.
Dunia selalu berusaha untuk mengahancurkan iman manusia dengan berupa-rupa cara dan upaya agar manusia itu lupa akan Tuhan Allah. Banyak hal yang telah ditawarkan dunia untuk kehancuran manusia, mulai dari teknologi, sex, sihir, kekayaan, kemakmuran dunia, jabatan, hal-hal yang menjadi hal pokok dari kehidupan manusia dan akhirnya manusia di kuasai oleh dunia seutuhnya. Itu adalah akibat kepintaran manusia yang seakan-akan melebihi Tuhan itu sendiri.
Saudara, berusahalah untuk menjadikan Tuhan sebagai dasar dari segala sesuatu untuk dipertahankan. Berusahalah untuk mempertahankan imanmu dengan segala kerendahan hati dan segala hal yang membawa kepada kita semua. Jangan mengira dirimu pintar, jangan mengira kamu bisa melewati Tuhan dengan kepintaranmu. Akhirnya Tuhan Allah kita selalu berserta dengan engkau dalam Kasih dan Damai yang Kekal. Amin 

Saturday, 2 May 2015

Akan Tergenapi

Akan Tergenapi

 Kebenaran adalah sesuatu yang tidak dapat di pungkiri dan tidak dapat di dustai, kebenaran datang setelah adanya kesalahan. Kesalahan-kesalahan tersebut seringkali dikira manusia adalah kebenaran itu sendiri. Kebenaran hanya datang dari satu yang oleh-Nya dari segala sesuatu dijadikan, Dia lah Tuhan Allah kita. Jika manusia mempunyai keinginan untuk menjadi benar dan dibenarkan maka manusia itu sendiri harus mencari kebenaran itu sendiri dan selalu berharap akan adanya kebenaran itu.
 Manusia berpikir bahwa dirinya benar dan suci semenjak lahirnya, hal ini membuat manusia itu berpikiran sombong dan menganggap dirinya yang paling suci dan manusia yang lain tidak seperti dirinya, sehingga mereka hanya berpegang pada pendapat diri mereka sendiri dan tidak perlu orang lain untuk meluruskan mereka. Jika semua manusia berpola pikir seperti ini maka dunia ini akan dipenuhi oleh peperangan dikarenakan masing-masing manusia berpegang teguh pada dirinya sendiri yang adalah kebenaran itu sendiri.
 Manusia tidak mengetahui bahwa dirinya telah berdosa semenjak dia didalam kandungan ibunya. Tentu timbul pertanyaan mengapa demikian? Jika saudara mempercayai bahwa dari turunan yang terdahulu mewariskan sifat-sifat kepada keturunan berikutnya yang kita sebut sebagai DNA. Dan memang secara ilmu pengetahuan hal itu adalah benar dan tidak mungkin salah. Jika saudara lihat pohon salak menghasilkan buah salak maka dari bibit pohon tersebut pasti juga akan berbuah salak dan tidak mungkin berbuah apel atau buah lainnya. Begitu juga dengan salah dan dosa, setiap manusia mewariskan sifat-sifat dosanya dan salahnya kepada anak-anaknya dan demikian selanjutnya. Jika saudara percaya bahwa Adam dan Hawa telah memakan buah terlarang yang membuat mereka menjadi pendosa dihadapan Allah maka hal itu diwariskan kepada anak-anak mereka dan itulah kenyataannya. Jikalau kita yang adalah pembunuh dan kemudian mempunyai anak maka anak kita juga akan disebut sebagai anak dari pembunuh dan demikian juga dengan hal-hal lainnya. Jikalah manusia berkata: "oh saya tidak percaya akan hal itu dan saya tidak akui bahwa saya telah berdosa semenjak saya dikandung" maka jawablah pertanyaan berikut ini: darimanakah segala kesalahan yang telah engkau perbuat? apakah dari dirimu sendiri ataukah dari sifat yang diturunkan kepadamu? Jikalau kamu tidak berdosa semenjak lahir maka darimanakah rasa malu yang ada pada dirimu? Jika kamu tidak berdosa semenjak lahir maka bisakah engkau melihat Tuhan Allahmu? dan masih banyak pertanyaan yang akan di ajukan kepadamu mengenai dosa lahiriah yang diturunkan kepadamu dari orang tuamu. 
 Tidak ada manusia yang dapat mengakui dirinya adalah benar, hanya satu yang bisa menyatakan hal itu dialah Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan manusia. Dalam diri-Nya tidak ditemukan satu kesalahan, Dia merupakan jalan kebenaran dan hidup, jika seseorang ingin datang kepada Bapa yang adalah Allah maka haruslah melalui Firman-Nya yaitu Yesus Kristus. Manusia menyangkali akan diri-Nya, manusia mengingkari akan diri-Nya. Tetapi lihatlah Dia, dalam sejarah apapun yang dicatat mengenai diri-Nya, tidak ada satupun yang menyatakan kesalahan pada diri-Nya. Memang sejarah tidak dapat dibuktikan secara langsung tetapi apa yang sudah dituliskan di surga pasti akan digenapi. Jika saudara tidak percaya akan diri-Nya maka tanyakan hal itu pada kehidupan saudara, dimana hanya Yesus saja yang bisa menyelamatkan saudara. 
 Kehidupan ini tidak berhenti pada saat manusia itu mati, tetapi akan berlanjut setelah manusia mengalami kematian tubuh. Ilmu pengetahuan tidak bisa menjelaskan hal sesudah kematian hanya hikmat yang dapat menjelaskan hal itu. Kebenaran tidak datang dengan sendirinya kepada seseorang tetapi seseorang dapat mengusahakan supaya kebenaran itu masuk kedalam kehidupan seseorang dengan cara mempercayai kebenaran itu sendiri dan Kristus lah Kebenaran itu sendiri. Jika kehidupan saudara penuh dengan kesusahan dan rasa penat akan hidup ini maka undanglah Kristus menjadi bagian dari diri saudara. Memang kami tidak bisa membuktikan secara ilmu pengetahuan kepada saudara mengenai siapa Kristus itu sendiri tetapi dengan iman kami yang kami miliki maka saudara akan melihat perbuatan Ajaib dari Yesus Kristus dalam kehidupan saudara. Hal ini bukan saja ditunjukkan kepada saudara tetapi kepada diri kita semua sebagai manusia sebagai manusia yang berdosa semenjak kita dikandung dari pada kandungan ibu kita. 
 Manusia berpikir bahwa kami sesat dan kami berusaha menyesatkan sebagian besar manusia, padahal tidaklah demikian. Justru manusia itu sendiri yang telah menyesatkan dirinya sendiri dengan berbagai-bagai ajaran dan aturan yang dibebankan kepada mereka. Dari manakah kita mengetahui tentang Tuhan Allah kita sedangkan kita tidak pernah mau mengenal Dia?. Seseorang yang dikatakan beriman adalah seseorang yang mengenal dengan baik siapa Tuhan Allah itu dengan baik, bukanlah manusia yang hanya menyebut nama dari Allah tetapi tidak mengenal Dia. Bagaimanakah kamu menjalankan segala hukum Allah sedangkan kamu tidak mengenal-Nya?. Dapatkah seorang yang asing boleh mendapat kasih dari seseorang yang tidak dikenalnya? Begitu juga dengan Tuhan Allah kita, Dia yang mengenal kita tetapi kita tidak mengenal Dia, dapatkah kita menyebut diri-Nya adalah Tuhan Allah kita? Jikalau kita hanya mengenal nama-Nya saja dan tidak mengenal Pribadi-Nya maka bisa-bisa kita salah mengenal Tuhan. 
 Dapatkah ilmu pengetahuan manusia menjelaskan tentang Allah yang tidak dilihatnya? adakah seseorang yang mampu mengerti dan memahami segala pikiran Allah itu sendiri? sehingga mereka berani mengatakan bahwa saya telah menjalankan segala perintah-Nya dan menjahui larangan-Nya oleh karena itu saya tidaklah berdosa dalam dunia ini. Sesungguhnya segala sesuatu yang jahat datang dari hati dan pikiran manusia maka hal apakah yang dapat membersihkan dosa-dosa hati dan pikiran manusia itu? Sanggupkah saudara menyucikan dosa hati dan pikiran saudara dengan segala aturan yang ada? Bukankah semuanya itu hanyalah kasih karunia dari Tuhan Allah kita saja yang telah menebus dan menganggap manusia itu layak di Surga dan bukan di Neraka. Bukankah dalam Hukum Taurat telah ditunjukkan kepadamu dosa apa saja yang ada di dalam Hukum Taurat sehingga kamu menjadi berdosa oleh karenanya?. Kesemua hal yang dituliskan dalam Hukum Taurat harus kamu patuhi dengan hati, jiwa dan tubuh kamu dan bukan hanya salah satu dari ketiga hal tersebut yang harus kamu perbuat, tetapi keseluruhan dari dirimu sendiri, itulah baru dinamakan tunduk pada Hukum Taurat. Saya tidak pernah melihat bahwa seseorang telah melaksanakan Hukum Taurat tanpa noda dan cela, semua manusia pernah dan selalu melanggar Hukum Taurat dan semua manusia pantas di Hukum dalam Neraka, untuk daripada itu apakah yang bisa menyelamatkan manusia dari Neraka? Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita dari Neraka karena diri-Nya yang adalah ilahi itu sendiri, yang turun dalam rupa manusia untuk menebus seluruh manusia. Jika Allah tidak berkenan Kristus turun dan sebelumnya juga ada nabi-nabi yang menyampaikan maksud Allah bagi keselamatan manusia maka tidak perlu bersusah payah untuk Kristus menebus manusia, diri-Nya yang adalah Allah akan menghapus segala keturunan Adam yang telah berdosa dan dibuat-Nya manusia yang baru sehingga tidak ada lagi cerita dalam kehidupan ini sampai sekarang. 
 Pernyataab Allah dalam Kristus nyata dan benar bahwa Allah berupaya untuk menebus manusia dan bukan manusia berusaha untuk menebus dirinya sendiri, karena itu ketika manusia mati, hanya terdapat 2 pilihan yaitu Surga ataukah Neraka. Dan sebelum Kristus pilihannya hanya ada satu yaitu Neraka jahanam. Jikalau saudara tidak percaya akan hal ini maka untuk apa kehidupan saudara didunia ini? Pikirkanlah, untuk apa saudara hidup di dunia yang penuh dosa ini? Apa tujuan dari saudara lahir di dunia? Bukankah dengan mudah Allah memusnahkan manusia dan membuat manusia yang baru untuk melayani diri-Nya!. Apakah yang saudara cari dalam dunia ini? hartakah,ilmukah,pasangankah ataukah hal-hal lain yang berhubungan di dunia ini? Dapatkah semua hal itu membuat saudara sampai di Surga? 
Jikalau Allah tidak menetapkan ukuran dan segala rancangan-rancangan-Nya maka untuk apa kehidupan ini masih dipertahankan oleh-Nya? Bukalah mata hati dan pikiran saudara, adakah jalan yang membuat saudara merasa damai di dunia ini? segala sesuatu penuh dengan kepenatan dan tidak ada hal yang membuat manusia mensyukuri nikmat dari Tuhan Allah kita? yang dicari oleh manusia adalah rasa Damai dan Aman, hal itu hanya ada dalam Yesus dan tidak berada di luar Yesus. Kenapa demikian? sebab jika kita berada diluar Yesus Kristus hal yang akan kita temui hanyalah kemarahan dari Allah Bapa itu sendiri, Oleh karena Yesus kita selamat dari kemarahan Allah Bapa di Surga dan bukan hal lain yang menyelamatkan saudara dari pada Angkara Murka dari pemilik segala sesuatu. Karena Kristus sendiri adalah bagian dari pada Allah Bapa yang bertaktah dalam surga dan segala sesuatu yang dituliskan oleh Roh Kudus akan terjadi dan akan segera terjadi.
Hidup ini bagaikan embun di pagi hari yang akan hilang ketika mentari mulai memancarkan cahayanya. Tidak ada sesuatupun yang tidak akan tergenapi didalam Yesus Kristus, tidak ada satupun yang akan terlewati ketika diri-Nya telah berkehendak. Maut telah dikalahkan dan segala kuasa akan maut telah di lucuti. Kesaksian akan surga dan segala hal yang telah dikatakan oleh Alkitab sudah terjadi, sementara terjadi dan akan tergenapi kesemuanya. Terimalah Kebenaran dari pada Allah itu sendiri dan jangan berusaha untuk mengingkari atau menghina diri-Nya. Amin