Friday, 13 March 2015

Bermazmur

Puji-pujian Untuk Allah

Bernyanyilah wahai seluruh makhluk alam semesta
pujilah Tuhan Allahmu yang hidup
Pujilah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi
Pujilah karena keagungan-Nya
Hendaklah hatimu memelihara setiap Hukum-Nya
Biarkanlah tubuhmu melakukan segala keinginan-Nya
Pikiran, hati dan tubuhmu untuk diri-Nya
Terpujilah Allah ditempat-Nya yang maha Kudus

Seluruh malaikat menyanyikan lagu bagi Dia
seluruh burung-burung bangun memuji Dia
Biarkanlah nama-Nya terdengar dari utara keselatan
Seruhkanlah nama-Nya yang Maha Perkasa
Bangkitkanlah gairahmu untuk memuji Dia
Sebab Allah kita Dasyat Kuasa-Nya

Anak-Nya adalah pendamaian bagi kita
Anak-Nya datang untuk menyelamatkan kita
Dialah Allah Israel
Terpujilah Allah di Sion 
dan seluruh dunia Takut akan nama-Nya

Allah Yang Kudus
Bapa Yang Kekal
Tiada pernah berkesudahan Kasih Setia-Nya

Bermazmurlah bagi diri-Nya 
Sebab Allah kita adalah Adil disegala pertimbangan-Nya
Malaikat datang mengiringi Pujian yang Kudus
dari Tuhan Allah Yang Maha Kudus
Tidak ada satupun yang seperti diri-Nya

Dengarkanlah suara nyanyian Kudus 
Dengarkanlah dan nyanyikanlah nyanyian baru bagi Dia
Pujilah Tuhan disegala tempat
Pujilah Tuhan disegala waktu
Pujilah Tuhan disetiap keadaan
Bawasannya untuk selama-lamanya 
Kasih setia-Nya

Tuhan telah menebus engkau dari lubang kubur
dan memahkotai engkau dengan kemuliaan
sebagaimana pada mulanya
kesemuanya gembira dan menyenangkan
ingatlah manusia akan hari mulanya
ingatlah segala perbuata ajab yang dilakukan-Nya

Tuhan adalah Dia yang menjadi Penolongmu
Tuhan adalah Dia yang menjadi peneguhmu
Tuhan adalah Dia yang datang menebusmu
Bergembiralah karena Dia akan datang
Dia akan segera datang menyambutmu

Baiklah dunia memberikan segala yang baik
Baiklah dunia memberikan segala yang dia punya
Baiklah dunia di tebus dari pada dosa-dosanya
Bergembiralah wahai makhluk semua

Allah dari Allah
Terang dari Terang
Allah yang tidak pernah berubah
Untuk selama-lamanya Kasih Setia-Nya
Engkaulah Allah
Engkaulah Tuhan kami
Engkaulah Alfa dan Omega
Yang Awal dan Yang Akhir
Tiada berkesudahan kasih Setia-Mu Ya Tuhan
Tetap untuk selama-lamanya perjanjianmu 

Nyanyikanlah wahai para makhluk 
Nyanyikanlah wahai para alam semesta
Nyanyikanlah segala yang diam
Nyanyikanlah segala yang bergerak
Pujilah Dia
Gunung batu kita
Kota keselamatan kita

Carilah Perkara yang di atas

Carilah perkara yang di atas
Kolose 2: 16-19
16Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari sabat;
17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
18Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya
 Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus
Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus
Ada banyak dari kita telah mendapatkan segala sesuatu mengenai penglihatan-penglihatan. Dan ada banyak dari kita menyatakan hal itu kepada orang lain dan ada kemungkinan seseorang itu dapat percaya kepada apa yang kita lihat, dan tidak sedikit yang tidak mempercayainya. Banyak orang menganggap hal itu tabuh dan tidak mungkin, banyak orang menilai itu seringkali kiasan mimpi semata di karenakan kita tidur saat mendapatkan hal itu. Tetapi penglihatan itu seringkali yang saya rasakan tidak pada saat tidur, namun disaat saya berdoa. Saya percaya bahwa saudara juga seringkali mendapatkan hal itu, namun tidak semudah itu orang percaya kepada kita yang mendapatkan penglihatan tersebut.
Pada pembacaan kita kali ini dimana terdapat pada kolose 2 ayat yang ke 18, dimana dimaksudkan disana untuk kita jangan hanya bersih keras pada penglihatan kita dan dengan maksud untuk membesarkan dan menyombongkan diri kita oleh karena penglihatan-penglihatan tersebut.
Kebanyakan dari orang yang telah mendapatkan hal ini, seringkali ingin mendapatkan sesuatu yang special di dalam suatu oraganisasi Gerejawi. Dengan penglihatan tersebut seseorang berusaha untuk membenarkan diri atas orang lain sehingga, dengan segala penglihatannya itu menganggap bahwa orang lain lebih rendah dari pada dirinya dan tidak suci, sesuci dirinya. Ini adalah suatu kesombongan rohani yang membangga-banggakan talenta yang telah dia miliki tanpa mengusahakan talenta tersebut untuk memperingati orang lain yang membutuhkan bantuan dari padanya.
Dan bukan hanya sampai kepada penglihatan saja, tapi juga ke talenta-talenta lain yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Seperti seseorang yang telah memiliki bahasa roh, orang tersebut membangga-banggakan hal itu dimuka orang lain dengan maksud untuk membuat seseorang merasa hina dihadapannya. Dan orang itu mengakui dirinya sebagai salah seorang yang kudus, sehingga yang kita butuhkan untuk datang kepada Tuhan adalah orang itu. Sebenarnya bahasa roh di pakai untuk berdoa kepada Tuhan secara Pribadi dan bukan suatu kebanggaan. Jika seseorang menerima bahasa roh dan talenta lainnya, itu bukanlah karena dirinya, tetapi karena Allah sendiri yang memilih orang terebut.
Orang yang merasa dirinya kudus di dunia, sungguh tidaklah kudus seperti perkiraannya selama ini. Karena mereka yang kudus itu haruslah tinggal di Surga dan bukan di dunia ini. Selama seseorang tinggal di dalam dunia berarti orang itu masihlah daging. Dan daging selalu ada kesalahan-kesalahan yang dia perbuat.
Begitu juga dengan orang-orang lainnya yang mendapat pendidikan mengenai Tuhan. Mereka seringkali merasa harus dilayani dan bukan untuk melayani seperti sebagaimana mestinya. Semestinya mereka yang telah dekat dengan Tuhan haruslah sama seperti padi ataupun gandum, semakin berisi semakin merunduk dan bukan seperti ilalang yang semakin berisi semakin tegap ke langit seakan-akan dirinyalah yang tertinggi. Ini adalah peringatan kepada seluruh pelayan Tuhan tanpa terkecuali. Di Surga sana kedudukan semua manusia itu sama, semua adalah anak-anak Allah, tetapi yang membuat mereka besar dan kecil adalah sifat dan sikapnya didalam dunia. Apakah dia mengikuti dunia ini, ataukah mengikuti Kristus yang adalah Kepala sebagaimana dalam Kolose 2 ayat 19.
Ingatlah bahwa semua yang ada di dunia ini tidaklah kekal, segala yang engkau punyai akan lenyap dari muka bumi ini ketika kemah kediamanmu dibongkar oleh Allah. Segala ilmu dan talenta akan lenyap ketika engkau tidak memakainya untuk kemuliaan Allah.
Ada suatu ketika dimana tidak ada orang yang mempercayai jika seseorang mempunyai talenta yang telah diberikan Allah. Karena latar belakang orang tersebut bukanlah berasal dari sebuah gereja yang kudus, tetapi dari seorang yang diluar kehidupan gerejawi. Ini adalah suatu kenyataan dimana Allah menolak orang-orang yang mengkhususkan diri dan disebut orang-orang suci seperti orang-orang farisi, saduki, ahli-ahli taurat, yang setiap hari berada dalam bait Allah tetapi tidak memelihara Firman Allah, malahan hal itu mereka anggap sebagai suatu hal yang mutlak mereka miliki. Mereka menganggap diri adalah suci dihadapan Allah, berbeda dengan orang diluar gedung gereja yang adalah najis, pendusta,pengfitnah,pencuri, dan sebagainya. Mereka jijik bergaul dengan orang yang semacam itu, agar mereka tidak menjadi kotor. Bukankah Kristus sendiri yang datang untuk menyelamatkan semua orang berdosa dan bukan orang yang bersih?
Kebanyak pelayan Gerejawi lupa akan tanggung jawab sebenarnya. Gereja sekarang jadi sarang penyamun dan penipu. Memakai gereja demi sebuah jabatan yang dikejar-kejarnya selama ini. Akhirnya pelayanan gereja terbengkalai karena orang-orang ini. Dan kebanyakan juga umat Allah tidak menyadari hal ini, mereka lebih suka memilih orang yang bergelar dan bukan orang yang dikaruniakan talenta untuk membangun Gereja Kristus yang sebenarnya. Gereja semakin berubah seiring perkembangan menuju kehancuran dalam gereja sehingga tidak ada lagi Roh Kudus dalam gereja tersebut, sehingga iblis datang dan menghancurkan gereja-gereja yang tidak mau taat.
Pelayan Gereja atau hamba Tuhan, tidak mau lagi melayani kebutuhan umat Tuhan. Semakin condong pada keinginan duniawi dan tidak memperhatikan kepentingan umat Tuhan. Apakah ini yang Tuhan inginkan sebenarnya? Tentu saja tidak, tidak dan tidak. Menjadi pelayan Tuhan adalah seorang yang mampu tunduk pada keinginan Tuhan Allah kita yang adalah Kepala Gereja dan bukan pada keinginannya semata. Tidak memperhatikan para janda,duda, orang-orang yang fakir miskin bahkan ingin lebih melayani pada orang-orang kaya. Firman Tuhan adalah ya dan Amin, tidak akan berkurang sedikitpun kuasa-Nya.
Kehidupan umat Kristus mula-mula tidak seperti sekarang. Kehidupan mereka selalu diburu dan diburu. Dan mereka tidak sering menjalankan ibadah diluar gedung gereja. Mereka selalu lari dari kejar-kejaran pembunuh, dan mereka selalu melayani jemaat-jemaat Allah dimana pun mereka berada.
Jangan jadi pelayan Tuhan jika saudara tidak menginginkannya. Sebab menjadi pelayan Tuhan, siap untuk di injak-injak dan bukan untuk dibangga-banggakan, siap dihina bukan untuk di puji-puji karena talenta yang ada. Rendahkanlah dirimu agar kemuliaan Allah tidak tersandung oleh perilakumu sehingga tidak ada orang yang menghujat Tuhan Allah kita. Jika ada pelayan yang seperti itu maka kesemuanya itu akan ditambahkan bagi orang itu sebagai dosa tambahan karena kita adalah pelayan-pelayan yang disebut oleh Kristus sebagai penjala manusia dan juga gembala-gembala bagi domba-dombanya.
Jikalau ada yang berpikir bahwa Tuhan tidak memakai dirinya karena dia tidak memiliki talenta maka bergembiralah sebab kepadamu telah diberikan suatu kuk yang ringan dan kepada yang lain yang lebih berat menurut Firman Tuhan. Karena yang lebih berat itu mempunyai tanggung jawab yang besar. Jadi semuanya sama didalam Tuhan Allah kita dan Anak-Nya Yesus Kristus.
Ingatlah bahwa segala sesuatu berdasarkan hidup kepada Kristus Yesus Tuhan kita. Segala ilmu, segala pengertian, segala penglihatan dan bahasa roh akan lenyap dari muka bumi ini, tetapi Firman Tuhan tidak akan lenyap, setitik iota pun tidak akan hilang. Amin 

Thursday, 12 March 2015

Nefilim

Siapa/apa itu Nefilim?

Nefilim adalah keturunan yang dihasilkan oleh hubungan seksual antara anak-anak Allah dan anak-anak manusia dalam Kejadian 6:1-4






  Sebenarnya hal ini adalah sesuatu yang masih menjadi suatu pertanyaan besar dalam misteri kehidupan awal di bumi. Ada malaikat yang jatuh dari langit, yang telah di usir oleh Allah sendiri karena mereka membangkang kepada Allah. Mereka adalah pengikut-pengikut dari sih terkutuk. Dan jika kita lihat apa pengertian dari kitab Ayub 1 ayat 6 dan juga Ayub 2 ayat 1 "Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan diantara mereka datang juga iblis untuk menghadap Tuhan". Jadi jika kita berpikir bahwa apa perbedaan antara anak-anak Allah dan iblis menurut Ayub pasal 1 ayat 6 dan Ayub 2 ayat 1. Kita bisa menyimpulkan yang pertama; Bisa jadi iblis adalah yang tergolong anak-anak Allah sebab Ayub 1 ayat 6 dan Ayub 2 ayat 1 menyatakan bahwa di antara anak-anak Allah datang juga sih iblis. Jadi dari antara kerumunan anak-anak Allah terdapat iblis, dan itu menandakan bahwa iblis juga tergolong anak-anak Allah pada mulanya. Dan juga dalam 1 Yoh 3 ayat 2: "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, sebab kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya." Jadi menurut pengertian 1 Yoh 3 ayat 2 tentang anak-anak Allah ialah setiap manusia yang telah menerima keselamatan dan menjadi penghuni Surga. Dan juga dari Yohanes 1:12-13 "12Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Roma 8:14-17, “14Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” 

Jadi apakah anak-anak Allah tersebut? Secara keseluruhan ayat-ayat Alkitab yang kita dapat mengambil suatu kesimpulan tentang pengertian tentang anak-anak Allah. Anak-anak Allah ialah orang-orang yang telah di khususkan oleh Allah dan ini adalah pengertian dari PB(Perjanjian Baru). Sedangkan dari PL(Perjanjian Lama) mengandung arti ialah orang-orang yang berada di surga atau dari surga dan bisa di sebut malaikat juga karena semua berbentuk roh, tetapi hal ini tidak dijelaskan dalam PL, sedangkan pada PB menerangkan bahwa orang-orang yang telah mati dalam Kristus dapat disebut anak-anak Allah dan semua orang itu berbentuk roh. Secara garis besar anak-anak Allah ialah orang-orang yang berbentuk roh, yang telah menerima kemuliaan dan yang telah dibenarkan dan di Khususkan di mata Allah. Persamaan anak-anak Allah dalam PB dan PL ialah semuanya berbentuk roh dan tidak memiliki daging. Jadi secara harafiah pengertian anak-anak Allah adalah sebuah gelar kepada pemenang atau orang yang telah diselamatkan. Siapapun yang kelak sampai di Surga dan dikhususkan oleh Allah dapat di sebut anak-anak Allah
  Jika anak-anak Allah ini adalah orang yang benar maka mengapa iblis berada di antara mereka? Tetapi menurut Kej 6, iblis tidak di katakan anak-anak Allah. Iblis tetap dikatakan iblis dan tidak dikatakan anak-anak Allah. Iblis pada dahulu kala bergelar anak-anak Allah karena dia berada di Surga dan dia berbentuk roh dan Tuhan yang menciptakan dia, sehingga dapat dikatakan anak-anak Allah dan dia sendiri dikhususkan oleh Allah sendiri sebagai pemimpin puji-pujian di Surga. Dan ketika dia jatuh dalam dosa maka gelar yang melekat kepada dirinya dicabut oleh Allah Lalu mengapa iblis bisa mengahadap Tuhan menurut Ayub 1 dan 2? Sampai pada saat ini tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi! Tetapi di dalam PB di jelaskan bagaimana iblis mencobai Kristus dan Kristus mengatakan:"Jangan engkau mencobai Tuhan Allah-mu" dari kata ini kita dapat mengambil suatu pemahaman bahwa yang hendak iblis cobai ialah Tuhan dan bisa dikatakan bahwa pada waktu itu iblis datang menemui Firman Allah yang hidup, yang adalah Tuhan dan tidak langsung berada dihadapan Taktah, karena segala sesuatu diputuskan melalui Firman Allah yang adalah ketetapan Hukum. Karena semua yang berdosa dihadapan Taktah Allah akan terhempas jatuh oleh karena keberdosaannya. Dikatakan dalam ayub 1dan 2, iblis menghadap Tuhan dan tidak ditulis menghadap taktah Allah.Lalu mengapa iblis bisa datang kehadapan Tuhan? Iblis diberikan kewenangan oleh Allah untuk menguji setiap manusia tanpa terkecuali. Dan sesuai apa yang saya saksikan dimana ada perjanjian antara Allah dan iblis maka genaplah sudah kejelasan Firman Tuhan dimana semuanya harus di uji untuk mendapat gelar anak-anak Allah yang di Khususkan Allah di Surga.
Ada dua Kata yang sama arti tetapi berbeda sifat. Ada Kata Tuhan dan Allah, kata Tuhan mengandung arti Tuan atau yang memerintah dan kata Allah sendiri berarti Dia yang berada di tempat tertinggi diatas segala-galanya. Dua kata ini sama arti tapi dalam sifatnya berbeda dimana Tuhan atau Tuan adalah yang memerintah tetapi tidak terikat dengan apa yang diperintahkan-Nya. Dia bisa saja melanggar akan segala yang telah diperintahkan karena tidak ada Tuhan memerintah Tuhan, sehingga kata Allah melengkapi akan hal itu. Maksud dari kalimat itu ialah Tuhan adalah Dia yang memerintah atau yang memberi perintah atau juga disebut dengan Titah. Ketika seseorang mendapat Titah Raja maka mereka tunduk dan patuh terhadap Titah tersebut. Begitu juga dengan pengertian dari Tuhan. Dan Allah adalah yang Maha Tinggi diatas segala-galanya yang adalah pemilik Titah itu sendiri. Sehingga Kristus melakukan segala yang di inginkan oleh Maha Tinggi karena Kristus adalah Titah Allah sendiri tetapi Dia tidak terikat dengan Maha Tinggi tetapi merupakan kesatuan dengan yang Maha Tinggi, agar setiap yang menerima Titah itu dapat melaksanakan setiap perintah Allah. Sehingga terjadi pemisahan antara Titah dan pemberi Titah itu sendiri. Titah itu ada sifatnya harus dijalankan dan pemberi Titah itu haruslah berada di tempat Tertinggi agar semua tahu bahwa Pemberi Titah itu tetap diam di Taktah-Nya. 
Membahas rahasia Surgawi memang harus dengan teliti dengan tuntunan Roh Kudus sebab jika kita menanggapi dengan pikiran duniawi maka kita akan sesat dan timbulah pemikiran-pemikiran hujatan akan Allah sendiri. Sehingga dalam kesemua catatan yang telah di tulis oleh Rassul Paulus, bahwa tidak ada kesaksian yang datang dari Roh Kudus dapat menghujat Kristus. Dan bahwa setiap kesaksian yang menyatakan Kristus itu Raja di atas segala Raja adalah berasal dari Roh Kudus, karena Roh Kudus sendiri yang memberikan kesaksian mengenai Abba Bapa, Anak Allah yang Tunggal, dan juga mengenai Roh Kudus itu sendiri. Jadi setiap orang yang bersaksi dan memberikan kesaksiannya bagi dunia dimana Kristus adalah satu dengan Bapa maka itulah kehendak dari Roh Kudus.
Kita kembali pada pokok bahasan kita yang sebenarnya. Bagaimana mungkin anak-anak Allah yang telah di khususkan oleh Allah bisa kawin dengan manusia, sedangkan mereka berbentuk roh? Ini adalah salah satu misteri terbesar di jagad raya ini. Apa yang membuat hal itu bisa jadi seperti itu? Pertama-tama kita harus meminta tuntunan Roh Kudus untuk menjawab segala hal yang misteri itu. Dan tidak ada satupun yang tersembunyi dihadapan Allah. 
Inilah yang dimaksudkan Allah kepada kita. Kita mengetahui bahwa ketika manusia hilang kemuliaannya, manusia menjadi budak dari dunia ini. Dahulu kala manusia menjadi raja di dunia ini. Allah membentuk mereka dengan otoritas penuh akan segala alam ini. Allah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia. Allah menyediakan bagi Adam apa yang dia perlukan. Allah begitu menyayangi Adam dalam segala hal. Adam menjadi favorit dari Allah, sehingga ketika Adam berbuat dosa, Allah tidak langsung membunuhnya. Tetapi Allah memberikan kesempatan bagi Adam untuk dapat mengembalikan kemuliaannya.
Sejauh sejarah manusia yang dicatat dalam Alkitab terdapat beberapa orang yang begitu hebat dicobai oleh Iblis, namun kita hanya mengambil garis besar dari semua cerita itu menurut 3 tokoh besar sejarah manusia. Yang pertama ialah Adam, kejatuhan dari Adam membuat segala yang ada dalam garis keturunannya harus jatuh dalam dosa kecuali Yesus, dan secara garis keturunan Kristus bukanlah keturunan Adam, karena Kristus tidak berasal dari benih tubuh Adam. Kristus meminjam rahim Maria untuk masuk kedalam dunia dan menjadi daging sama seperti Adam. Yang kedua adalah Ayub, mengapa kita mengambil contoh dari sejarah Ayub? Karena dalam kitab Ayub terdapat cobaan yang begitu hebat dan yang terakhir adalah Kristus sendiri. Mengapa saya mengambil 3 tokoh ini? Itu disebabkan iblis sendiri yang datang mencobai ketiga orang ini. Pada Adam iblis sendiri yang turun untuk mencobai Adam sehingga Adam jatuh. Pada Ayub, iblis sendiri naik ke langit dan meminta Allah untuk mengizinkannya mencobai Ayub. Dan Kristus juga, iblis sendiri yang datang untuk mencobai Dia waktu di padang gurun. Inilah kesamaan peristiwa dari ketiga tokoh tersebut, walaupun masih ada tokoh-tokoh lain yang bisa diambil contoh. Dari ketiga tokoh tersebut hanya Kristus saja yang menang melawan cobaan iblis. Hanya Yesus saja yang menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan Allah. Dan secara genetik, Kristus bukanlah keturunan Adam secara langsung namun Dia sendiri mengambil wujud sama seperti Adam. Jika Adam dibuat segambar dan rupa Allah maka Kristus juga memiliki wujud yang sama.
Mengapa Allah sendiri harus turun ke dalam dunia? Apakah ada karya keselamatan lainnya yang dibuat oleh Allah sebelum diri-Nya sendiri yang datang menolong manusia? Tentu saja hal ini patut dipertimbangkan secara logika dan juga sejarah membuktikannya dalam Alkitab. Sesungguhnya tidak ada yang mampu menyelamatkan manusia dari segala dosa-dosanya. Allah telah mempertimbangkan kesemua hal terlebih dahulu dan Allah memiliki karya keselamatan yang telah dilakukan-Nya sebelum diri-Nya sendiri harus turun untuk menjadi satu-satunya Penolong.
Mungkin beberapa ahli-ahli Theologia tidak akan sependapat dengan saya mengenai hal ini. Tetapi lihatlah bukti sejarah yang ada dalam Alkitab. Lihatlah segala Karya keselamatan Allah kepada keturunan Adam. Saya bisa katakan bahwa Nefilim adalah satu contoh karya keselamatan Allah untuk mengembalikan kemuliaan manusia sehingga manusia bisa menguasai dunia ini. Namun apa yang terjadi ketika hal itu terjadi? Allah melihat bahwa "daging itu lemah dan roh itu penurut" sehingga kata-kata ini timbul dalam PB. Kita mengetahui bahwa Nefilim adalah hasil perkawinan antara anak-anak Allah dan manusia sebagaimana di catat dalam Kejadian 6. Mengapa harus anak-anak Allah? Sebab anak-anak Allah ialah orang-orang atau roh yang telah kita ketahui pengertiannya seperti diatas adalah seorang pemenang, orang yang di khususkan Allah!. Tetapi apakah bisa dikatakan "orang" ketika orang itu berbentuk roh? Maka perlu diadakan persamaan dalam hal ini, dimana roh haruslah menjadi daging. Dan roh tadi yang didalam daging menjadi satu dengan manusia, sehingga lahirlah Nefilim. Roh menjadi lemah dalam daging dan begitulah kenyataannya dalam kehidupan ini.
Mengapa dicatat dalam Kejadian 6 yang menjadi perkawinan campuran adalah anak-anak Allah? Seperti kita ketahui di atas dimana Allah ingin mengembalikan kemuliaan manusia dari anak-anak Allah ini namun tidaklah terjadi demikian karena daging tetaplah daging. Dan jika dicatat bahwa Nefilim adalah hasil pencampuran antara iblis dan manusia maka Kitab Kejadian 6 tidak akan mencatat anak-anak Allah, tetapi Kejadian 6 akan mengatakan iblis sebagaimana kita baca dalam kitab Ayub, dimana di Surga ada anak-anak Allah dan juga iblis yang naik ke Surga. Jika tidak ada perbedaan antara anak-anak Allah dan iblis maka kitab Ayub tidak perlu mencatat adanya anak-anak Allah dan iblis, semuanya akan dicatat iblis saja atau anak-anak Allah saja. Tetapi terdapat dua makhluk yang bisa datang kepada Tuhan dalam kitab Ayub. Dan itu membedakan antara iblis dan anak-anak Allah.
Jika Alkitab mencatat bahwa "anak-anak Allah" maka kita tidak bisa merubah atau mengganti pengertiannya menurut pengertian kita sendiri dan tidak berdiri dan bersandar pada pemahaman Alkitabiah. Jika dalam kitab Kejadian kita menterjemahkan anak-anak Allah sebagai malaikat yang jatuh dan bisa dikatakan iblis maka pengertian dari anak-anak Allah dalam PL dan PB akan berbeda dan kata-kata anak-anak Allah ini tidak harus dicatat dalam kitab PL maka akan salah juga arti dalam PB jika diterjemahkan dalam kitab PL "anak-anak Allah" adalah Iblis. Dan juga bisa berarti bahwa dengan menjadi "anak-anak Allah" yang adalah pengertian dari malaikat jatuh atau iblis maka mengapa Paulus mengartikan demikian dalam PL. Bisakah kita mengambil dua pengertian dalam satu arti kata yang sama? Sehingga menciptakan suatu hal yang sia-sia yang menciptakan suatu yang sama saja, baik dilakukan atau tidak dilakukan!. Jika kita mengambil pengertian "anak-anak Allah" adalah iblis dalam PL dan dalam PB diterjemahkan lain maka gagal lah segala hal yang telah dijanjikan Allah! Jadi kita harus memperhatikan semua hal ini, sehingga tidak terjadi kesalahan pengertian dalam pikiran kita bahwa Allah dalam PL dan PB adalah Allah yang berbeda. Dan bahwa Yesus juga bukan berasal dari Allah Israel yang telah menuliskan segala hal yang ada di PL. Sebaiknya kita jangan menyalah artikan dengan pikiran kita, segala yang telah dimaksudkan Allah dalam segala karya-Nya. Bukankah hal ini tidak dapat dijelaskan melalui pikiran kita? 
Semuanya harus kita akui sebagai suatu karya Allah bagi manusia sehingga Dia sendiri menciptakan karya keselamatan bagi kita dan berusaha untuk mengembalikkan hak-hak kita sebagai anak-anak Allah. Tetapi ada saja manusia yang tidak mau menghargai karya keselamatan Allah bagi kita, sehingga Dia sendiri harus turun dan menyatakan Kerajaan-Nya bagi kita semua.    
Allah melakukan segala hal untuk kelayakan manusia untuk tinggal di Surga. Dan itulah salah satu contoh karya penyelamatan Allah pada masa dunia Purba. Allah menginginkan agar kemuliaan manusia itu kembali kepada manusia sehingga manusia bisa menguasai dunia ini sebagaimana pada mulanya. Tetapi pada kenyataannya daging itu lemah dan Kristus juga menyatakan hal yang demikian. Manusia tidak dapat mengontrol dagingnya karena manusia telah kehilangan kemuliaannya sebagai pemenang dan bergelar anak-anak Allah.
Ingatlah saudaraku bahwa yang dicatat dalam Alkitab adalah segala karya Allah bagi manusia dan bukan untuk malaikat serta makhluk lainnya. Ketika Allah melihat bahwa dosa semakin besar dan bertumbuh serta berakar didalam hati manusia maka Allah akan menghapuskan semuanya itu, tetapi sebelum melakukan itu, Allah telah mempertimbangkan dan mengusahakan segala upaya untuk keselamatan manusia. Sekarang yang tertinggal adalah bagaimana manusia bisa menghargai karya Allah dalam Anak-Nya yang Tunggal Tuhan kita. Inilah tugas manusia sekarang dimana kita telah dijamin akan memiliki gelar yang besar sebagai anak-anak Allah yang Maha Kudus. Terpujilah Allah kita, Allah Israel dari kekal sampai kekal. Amin  

Filipi 1:27-30 Nasihat supaya tetap berjuang

Nasihat supaya tetap berjuang
27Hanya,hendaklah hidupmu berpadanan dengan injil Kristus, supaya,
apabila aku datang melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar,
bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa
berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
28dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. 
Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan,
tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah.
29Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus,
melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
30dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku,
dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.
Saudara-saudaraku yang dikasihi dan yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus...
Ada pribahasa mengatakan bahwa "Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya". Dan sungguh benar pribahasa ini, begitupun kehidupan kita sebagai salah satu anak-anak Allah. Sebagaimana kita melihat bagaimana sebuah pohon dapat tumbuh tinggi, itu tidak jauh dari pohon induknya. Begitupun kehidupan orang-orang Kristen yang dapat kita katakan sebagai pengikut Kristus. Kita harus menjadi sebuah pohon yang bertumbuh tidak jauh dari Pohon utamanya. Kristus adalah Sumber utama dari setiap kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Oleh karena Kristuslah kita dapat bertumbuh dan menghasilkan buah yang lebat. Tetapi di dalam proses pertumbuhan itu, kita sering di hadang dengan tantangan kehidupan yang begitu berat. Angin, Hujan dan badai selalu menerpa setiap kali kita berusaha bertumbuh dan berkembang menjadi sebuah pohon yang besar. Dan tidak sedikit yang sering kali gagal dalam proses itu. Kekeringan dan serangan dari sih jahat membuat kita jadi pohon yang siap di tumbangkan dan dimasukkan kedala api untuk perapian pada masa kedinginan.
Pohon yang merupakan sumber kehidupan telah memberikan kita kecukuppan dalam segala hal dan tempat yang telah disediakan-Nya bagi kita adalah tempat yang penuh dengan air kehidupan untuk kita nikmati. Tinggal bagaimanakah kita dapat tetap bertahan pada akar kita dengan begitu kuat.
Orang-orang yang tidak mempunyai harapan tidak pernah mempunyai akar yang kuat yaitu iman kepada Yesus Kristus yang adalah sumber kehidupan. Maka iblis mencabut akar tersebut untuk menumbangkan pohon kerdil tersebut dikarenakan tidak mempunyai akar yang kuat untuk bertahan dalam setiap ujian iman yang ada. Bisa dikata bahwa dunia ini kejam dan memang hal itu nyata dalam kehidupan ini. Dunia tidak bisa memberikan kita suatu kehidupan kekal, dunia berusaha mematikan kita dengan berbagai cara, agar kita melekat dengan dirinya untuk bersama-sama dimusnahkan.
Paulus adalah seorang pendurhaka dan pembantai umat Kristiani pada mulanya, tetapi dia kemudian di pakai oleh Allah dengan kuasan-Nya, sehingga Paulus dapat berubah menjadi pohon yang banyak dan lebat buahnya dikarenakan dia sendiri dekat dengan Sumber Kehidupan itu sendiri. Kristus meneguhkan akar Iman dari setiap orang agar setiap yang percaya kepada-Nya tidak dapat dimusnahkan bersama-sama dengan dunia ini. Dan orang-orang yang percaya di berikan tanda untuk tidak gentar sedikitpun dengan segala pencobaan.
Di dalam dunia ini banyak orang yang takut dengan pencobaan, tetapi semuanya itu adalah perihal yang dimaksud untuk orang itu di layakkan untuk kerajaan Surga dan bukan untuk dunia. Jadi selama kita hidup di dunia ini, kita akan senantiasa di uji untuk melayakkan kita hidup di Surga dan di sebut sebagai anak-anak Allah. Sebab dunia ini adalah tempat ujian bagi kita semua. Apabila kita lulus dari segala ujian maka kita akan menerima upah kita. Allah tidak pernah berjanji bahwa kita hidup di dunia maka kita akan hidup dengan tenang dan lolos dari segala ujian dan tantangan iman, tapi hidup di dunia ini adalah perjuangan bagi kita semua. Kita harus bertahan di teriknya matahari, di musim kekeringan, di musim dingin dan kelak kita juga akan menuai hasil dari jerih payah kita sendiri.
\Sedangkan Kristus turun kedalam dunia harus juga melalui proses ini, apalagi kita yang adalah manusia biasa. Tetapi oleh Kristus juga kita dapat memperoleh keselamatan kita. Karena Dia sendiri berjuang untuk keselamatan kita dan bukan karena diri kitalah kita boleh selamat dari dunia ini. Semua karena Kristus yang menjadi naungan kita baik dimusim panas, dingin, kekeringan dan semua musim jahat yang ada di bumi. Sebab Kristus yang akan memberikan kita tuian kita pada maranata nantinya.

Amin

1 Kor 14: 1-5 "Karunia Roh"

Karunia Roh
1 Kor 14:1-5 
1Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh,
terutama karunia untuk bernubuat.
2Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia,
tetapi kepada Allah. 
Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya;
oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
3Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia,
ia membangun, menasehati dan menghibur.
4Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri,
tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat.
5Aku suka, supaya kamu berkata-kata dengan bahasa roh,
tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat.
Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada
orang yang berkata dengan bahasa roh,
kecuali orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun

Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus...
  Banyak dari kita yang merindukan Karunia Roh. Banyak dari kita yang ingin mendapat karunia seperti itu. Dan banyak yang masih menganggap bahwa hal ini tidak bisa kita peroleh. Sesungguhnya ketika seseorang mencari Yesus dan segala kebenaran Firman Tuhan dalam-Nya maka semuanya akan di tambahkan kepada kita semua dan itulah janjia Yesus kepada kita. 
Bagi segelintir orang, hal-hal karunia roh adalah hal yang mustahil atau mengada-ngada. Karunia roh tidak bisa di dapatkan begitu saja. Tapi oleh kasih karunia Tuhan Allah kita maka kita dapat memperolehnya dari Tuhan Allah kita.
Jikalau seseorang dapat berkata-kata dengan bahasa roh maka orang tersebut sudah mendapatkan salah satu dari karunia roh. Masih banyak karunia roh seperti, mata rohani, mujizat, nubuatan, kuasa penyembuhan, kuasa untuk mengusir setan dan masih banyak lagi. Tapi apakah yang terpenting dalam kita membangun jemaat dan diri kita? Bagaimanakah seseorang dapat mempercayai kesaksian kita? Inilah yang menjadi pertanyaan yang merupakan tantangan bagi setiap orang yang telah menerima karunia roh.
Ada seseorang yang mempunyai begitu banyak talenta dalam dirinya, dan orang itu tidak dipercayai oleh setiap orang yang telah mendengar segala kesaksian dari dirinya akan Tuhan Allah semesta alam. Orang-orang yang mendengarnya, mempertanyakan hal tersebut datang dari Allah ataukah dari iblis. Tentunya ada ayat yang menjelaskan semuanya itu. kita baca dalam 1 Kor 12: 3 "karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus." menurut ayat ini barang siapa yang kepadanya diberikan karunia Roh dan menghujat nama Yesus maka karunia orang tersebut berasal dari roh jahat dan setiap orang yang oleh karunia Roh mengaku Yesus adalah Tuhan maka orang itu telah mendapatkan Roh dari Tuhan Allah Yang Maha Kudus. Jadi setiap roh haruslah di uji apakah roh itu berasal dari pada Allah sendiri ataukah berasal dari seteru. 
Tentu saja setiap orang yang mengakui dirinya adalah pengikut Kristus mempercayai hal-hal yang ajaib ini. Tetapi orang yang hanya mengikuti Kristus hanya berdasarkan logika dan pemikirannya sendiri dan bukan dari Roh Kudus maka orang tersebut tidak akan mengakui hal-hal yang ajaib ini sebagai suatu keyakinan iman dalam Kristus, dan juga berarti bahwa orang tersebut tidak pernah berkembang dalam iman dan pengharapan sehingga yang terdapat dalam orang tersebut hanya kesombongan akan hal-hal dunia dan menjadi sesat akan hal-hal duniawi.
Jikalau kita dengan hati kita mengakui bahwa Kristuslah yang telah melakukan hal-hal yang mustahil itu, telah mengaruniakan kita karunia-karunia roh maka kita akan semakin melekat kepadanya. Kita akan semakin mempercayai segala hal yang telah dibuat-Nya Teapi hati kita tidak menerima akan segala hal yang mustahil tersebut di karenakan tidak ada hal yang bisa menjadi bukti dan sebuah kesaksian yang dapat dibuktikan secara akal logika, maka hanya karunia nubuatanlah yang bisa menjadi bukti akan segala sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
Nubuatan adalah segala perkataan yang di ilhamkan Allah kepada seseorang mengenai kejadian yang telah terjadi dalam kehidupan lampau, sekarang dan juga akan terjadi di kemudian hari atau yang lebih dikenal dalam bahasa manusia adalah ramalan. Kebanyakan manusia menyukai akan ramalan-ramalan yang bukan berasal dari atas atau dari Roh Kudus. Manusia lebih menyukai hal-hal yang lebih menyenagkan hati. Di dalam setiap ramalan duniawi, tidak pernah kita jumpai kata-kata yang dapat membangun iman percaya kita kepada Tuhan Allah kita dan semuanya itu di sebabkan hal itu bukan berasal dari atas tetapi dari dunia ini.  
Ramalan-ramalan dari roh lain akan menyesatkan manusia dalam berbagai-bagai cara untuk melindungi dirinya dari hal-hal yang buruk, dari nasib yang kurang baik. Sehingga manusia itu akan mengambil jalan pintas untuk melindungi dirinya dengan cara mengilahkan dirinya kepada illah-illah lain diluar Kristus. Ketika seseorang diramalkan akan meninggal dunia maka dengan berbagai cara dia melindungi dirinya agar tidak mati, sehingga dia jatuh dalam dosa perzinahan kepada allah lain. Ada orang yang menganggap bahwa dengan berlindung dari kuasa di luar Allah maka dia akan selamat. Tetapi semua hal itu tidak bisa mengurangi sedikitpun kuasa Allah dalam diri seseorang karena segala hal yang ada di dalam alam ini tidak bisa bersembunyi dari pada-Nya. Sedangkan iblis tidak dapat melarikan diri dari pada-Nya, apalagi manusia!
Nubuatan berfungsi sebagai pembuktian bahwa kuasa Tuhan itu telah di rancangkan-Nya oleh diri-Nya sendiri dan Dia sendiri yang telah dan akan melakukannya di dalam kehidupan setiap ciptaan-Nya. Jadi jika semua hal yang tidak di mengerti orang untuk dapat mempercayai seseorang yang telah memiliki karunia Roh maka hanyalah nubuatan yang bisa membuktikan segala hal yang merupakan karunia Roh. Di dalam nubuatan terdapat berbagai-bagai peristiwa mujizat yang merupakan suatu keajaiban dalam hidup seseorang. Tetapi bagaimanakah jika orang tersebut masih tidak mengetahui bahwa hal tersebut merupakan mujizat. Maka inilah tugas dari orang-orang yang telah menerima urapan Roh Kudus untuk menjelaskan, menerangkan ataupun menegor orang terebut bahwa inilah maksud dari Tuhan Allah kita kepada hidup orang terebut.
Nubuatan bisa menjadi suatu bukti sekaligus saksi dari serangkaian keajaiban yang terjadi dalam hidup kita. Dan jika Allah telah memberimu karunia ini maka pergunakanlah untuk kemakmuran Kerajaan Allah yang Maha Tinggi. Sebab jika kita tidak bekerja untuk mengusahakannya maka Allah sendiri yang akan mengambil segala yang telah diberikan kepada kita dan mencari orang lain untuk di berikan.
Carilah Allah di tempat Kudus-Nya maka Dia pun akan berkenan kepada kita. Amin 
 
 
 
 
 
 
 
 

Habakuk 2:1-5 Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya

Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya

1Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, 
aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku,
 dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.
2Lalu Tuhan menjawab aku, demikian:
"Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, 
supaya orang sambil lalu dapat  membacanya.
3Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, 
tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu;
apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu,
sebab sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.
4Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada,
tidak lurus hatinya, tetapi orang benar itu akan hidup oleh percayanya.
5Orang yang sombong dan khianat dia yang melagak, 
tetapi ia tidak akan tetap ada;
ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan
 tidak kenyang-kenyang seperti maut,
 sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan 
segala bangsa dihimpunkannya"

"Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya"
  Demikianlah judul pembacaan kita, menurut habakuk 2:1-5. Kebanyakan dari semua manusia selalu mengandalkan akal dan logika semata, dimana semuanya membutuhkan bukti. Dan jikalau kita berbicara bukti mengenai kebenaran Alkitab maka yang kita temukan hanyalah iman semata yang menjadi bukti dari segala yang tidak kita lihat ataupun yang tidak kita dengar. Bagaimanakah kita bisa mengetahui kejadian yang terjadi beribu-ribu tahun lalu? Iman mengalahkan segala teori-teori dan ilmu pengetahuan akan alam semesta dan isinya. Adakah yang melebihi iman seseorang? Tentu saja ada 2 hal yang mengimbanginya, yaitu pengharapan dan kasih. Jikalau seseorang mempunyai harapan akan iman maka orang tersebut akan memperoleh kasih yang merupakan sumber dari segalanya. Bukankah dunia ada oleh karena kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal yang adalah Firman-Nya sendiri. 
Sekarang bagaimanakah kita bisa menumbuhkan iman tersebut? Pembacaan kita diatas menjelaskan dengan pasti, dimana seseorang harus bersabar dalam setiap keadaan sebagaimana dalam pasal "1Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.", kata "aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara" mengartikan bahwa kita secara suka rela sesuai dengan kasih kita kepada Tuhan, melihat akan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini dan kata "aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan diFirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku mengandung arti bahwa kita dengan kerendahan hati kita mau memperhatikan setiap perintah Allah dalam Firman-Nya dengan segala kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Terkadang Allah tidak akan langsung menjawab setiap keluhan yang kita naikkan kepada-Nya, tetapi Dia sendiri menjawab setiap keluhan kita dengan cara-Nya. Cara-Nya yang tersembunyi dan membuat kita kagum akan perkara yang telah dibuat-Nya. 
Pada ayat 2 sampai 3, dinyatakan dengan jelas, apabila seseorang telah menerima penglihatan. Penglihatan ini sebelumnya adalah suatu proses kematangan dari seseorang untuk menerima wahyu Allah. Dan sebelum menerima semuanya ini, orang tersebut harus di tempa dengan begitu kerasnya sehingga dia sendiri harus memancarkan iman, pengharapan dan kasih. Sebab percuma saja jikalah, kita mengatakan bahwa kita telah menerima penglihatan namun pada kenyataannya hal itu tidak pernah berlaku dalam hidup kita maka sia-sialah iman kita selama ini. Jikalau seseorang yang menerima wahyu Allah dan tidak pernah melakukan kehendak Allah maka semuanya percuma saja. Karena sebelum menerima hal itu orang tersebut harus mempunyai iman yang teguh kepada Allah, dan selalu bersandar pada diri-Nya. 
Untuk menerima wahyu Allah ini, seseorang harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi kepada dirinya. Dia harus terlebih dahulu menggunakan senjata perang Allah barulah memperlengkapi orang lain dengan segala penglihatan-penglihatan yang telah diterimanya. Dan dengan menerima wahyu dari Allah, tidak membuat orang tersebut lebih tinggi dari pada orang lain, namun haruslah menunduk kepada orang lain untuk menjadi hamba Tuhan dan melayani umat Tuhan dimana pun dia berada. Orang tersebut harus rendah hati, dan menjaga akan segala kekudusan dirinya. 
Memang hanya orang-orang yang khusus yang dapat menerima hal ini. Namun bukan hal itu yang menjadi pertimbangan Allah kepada kita. Yang menjadi pertimbangan Allah kepada kita ialah orang yang melakukan Firman-Nya lah yang dapat menerima hal ini dan hanya Allah sendiri yang mempertimbangkan akan hal itu. Jikalau kita belum mendapat wahyu dari Allah akan kehidupan kita, maka kita harus bertanya kepada diri kita. Apakah kekurangan saya sehingga saya tidak dipilih oleh Allah? Walaupun kita telah berbuat baik, namun hal itu tidaklah menjadikan kita seseorang yang dipilih oleh Allah. Sebab bukan kebaikan kita yang dilihat Allah tapi hati kita yang memancarkan kasih dan Allah tahu akan hal yang ada di pikiran dan hati kita.
Jikalau seseorang mengangkat emas melebihi kesanggupannya maka orang tersebut akan tertindih dengan emas tersebut. Bukankah semua hal ini telah diperhitungkan oleh Allah. Jadi janganlah heran jika ada seorang yang bukan pelayan Gereja menerima penglihatan-penglihatan ini. Sebab Allah telah menjatuhkan pilihan-Nya kepada orang itu bukan karena jabatannya, bukan karena pendidikannya, dan bukan karena status apapun yang melekat dalam diri orang tersebut. Akan tetapi Allah telah mengetahui kesanggupan dari orang tersebut untuk memikul beban yang luar biasa beratnya dan Allah tidak akan memberikan beban yang melebihi kesanggupan dari orang tersebut. 
 Banyak manusia selalu menyalah artikan setiap perkara yang dibuat oleh Allah. Seringkali kita menyalahkan Allah akan segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi yang sebenarnya terjadi dalam hidup kita, baik sakit maupun sehat, baik duka maupun sukacita, semuanya tidak lepas dari pada tuntunan tangan-Nya. Kita mengeluh akan sakit yang kita dapat dan tidak pernah bersyukur atas sakit yang kita dapat. Jikalau kita berpikir secara daging maka kita hanya akan mendapat rasa sesal, keterpurukan dan rasa di jauhi dari kehidupan berkat yang sebenarnya. Tetapi Allah justru membuat segala hal itu agar kita semakin dekat dengan-Nya. Cambuk yang di datangkan kepada kita bukanlah hukuman, tetapi berkat yang mengajar kita untuk menjadi lebih tegar dan berdiri diatas penderitaan kita. Dan rasa sakit ini akan menimbulkan iman, pengharapan dan kasih yang membuat kita di benarkan daripada dunia ini.
Banyak orang merasa benar akan dirinya, sehingga menimbulkan rasa sombong yang tinggi. Merasa di berkati dan tidak di kutuk, merasa diri benar dan tidak pernah merasa bersalah karena menganggap bahwa dengan Kristus kita telah di tebus dan kita melebihi orang lain yang di kutuk. Semestinya dengan adanya Kristus dalam kehidupan kita, kita harus lebih menunduk dan menyadari betapa berdosanya kita sehingga Tuhan sendiri yang datang untuk menebus kita dari segala dosa kita. Hidup kita diberkati ataupun tidak itu adalah urusan dari pada Tuhan saja. Kita hanya harus selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan bersukacita di dalam Tuhan. Sehingga kita menghasilkan buah-buah dari pengharapan dan menumbuhkan iman dalam diri kita sehingga kasih itu tercermin dalam diri kita.
Orang yang menganggap dirinya melebihi orang lain, sesungguhnya orang tersebut tidak melebihi orang lain tersebut dalam kerajaan sorga. Bukan yang bergelar Theologi yang dibenarkan oleh Allah. Bukan mereka yang tinggal dalam gereja yang dibenarkan oleh Allah. Tetapi kepada setiap mereka yang merasa dirinya rendah dan berdosa dan mau bertobat serta melakukan Firman Allah sajalah yang benar. Sebab jika seseorang merasa dirinya lebih putih dan cemerlang melebihi orang lain maka orang tersebut tidak perlu diselamatkan oleh Kristus. Kepada mereka yang berdosa sajalah Dia datang ke dunia dan bukan kepada ahli-ahli taurat dan kaum farisi yang setiap hari berada di tempat ibadah yang hanya tau berdoa dan berdoa tetapi tidak melakukan Firman Allah. 
Allah menundukkan kepalamu supaya kamu tau bahwa masih ada orang yang di atas kamu dan hanya kepada Dialah kamu harus menyembah. Ingatlah bahwa semua yang telah di ilhamkan Allah kepada seseorang melalui Roh Kudus menjadi suatu kesaksian iman bagi setiap orang yang membacanya, agar supaya orang itu rendah hati, bertobat dan mengakui segala sesautu yang telah dijadikan Tuhan Allah kita itu baik adanya. Amin