Sunday, 20 March 2016

Dunia adalah Padang Gurun

Dunia menjadi padang pasir gersang dengan sedikit oasis

Shalom... Saudara-saudaraku yang  dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Jika kita melihat kondisi dunia saat ini bagaikan padang pasir yang gersang dimana keadilan dan kebenaran yang adalah air ditengah-tengah gurun pasir sangatlah susah untuk didapatkan apalagi bagi orang-orang yang percaya.

 Bumi menjadi sangat gersang dan debu dari padang pasir tersebut berterbangan keseluruh penjuru bumi dan setiap kali padang pasir tersebut hinggap pasti derah tersebut terbakar dan berubah menjadi debu. Seperti virus yang berjangkit dari satu negara ke negara yang lain dan hal ini tidak dapat diatasi oleh siapapun. Setiap negara yang terkena dampak ini pasti akan menjadi kacau balau luar dan dalam.

 Manusia yang tidak percaya kepada Yesus sebagai Firman Allah akan menjadi semakin redup oleh karena kegelapan yang hinggap ke tubuh mereka. Orang-orang tersebut akan menjadi kaki tangan dari iblis dan tidak ada yang dapat mencegah merka. Mungkin hal ini telah berulang-ulang kali saya beritahukan karena harus demikian adanya. Sebagai mana Tuhan kita harus meminum cawan pahit yang diberikan dunia ini, begitu juga kita.

Banyak orang yang berusaha untuk mencari damai, tetapi tidak akan ada  lagi kata damai, yang ada hanya damai yang palsu, damai yang hanya bertujuan untuk menguasai sesuatu yang ada. Para pemimpin negara akan berlomba-lomba menguatkan diri mereka masing-masing untuk memenuhi ego mereka sendiri. Mereka tidak akan perduli tentang keadaan bangsa dan negara mereka karena mereka akan tunduk dalam satu pemerintahan dunia fana ini.
Sama seperti debu yang terhempas dengan angin dan kian kesana kemari maka begitu juga dengan orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita akan semakin di kacaukan dan dipaksa oleh dunia untuk meninggalkan apa yang telah kita pegang dan percayai selama ini. Namun percayalah kita tetaplah debu yang berharga dimata Tuhan Allah kita, karena Dia sendiri yang telah menciptakan kita dari debu dan Dia juga akan membentuk kita kembali. Untuk apa seseorang mempertahankan nyawanya jika dia harus kehilangan nyawanya.
Dunia ini juga telah dipenuhi dengan api-api kecil yang kemudian api-api ini akan berkumpul menjadi satu dan besar dan akan semakin besar sehingga dunia sendiri tidak mampu membendung panas dari titik-titik api ini. Tuhan akan tetap menyinari anak-anak-Nya dari sengatan api ini, dan kalaupun tersengat itu tidaklah berarti sama sekali bagi kita semua.
Kegelisahan akan menjadi satu-satunya alasan mengapa orang percaya mengingkari akan imannya kepada Kristus Yesus dan menerima apa yang diberikan Anti Kristus kepada mereka. Banyak manusia yang akan menuju keambang kehancuran dan tertipu oleh antikristus. Tetapi tidak ada dari mereka yang perduli dan mau menyadari dengan apa yang sebenarnya terjadi, semua menjadi buta sepertinya mata mereka telah dipenuhi dengan debu dan telinga mereka telah terisi dengan air sehingga kebenaran tidak mereka lihat dan keadilan tidak mereka dengarkan.
Masih banyak yang akan selamat atas dunia ini yaitu orang-orang yang mau menerima kebenaran itu sendiri walaupun mereka tidak mengenal Kristus akan menjadi hamba Kristus karena Kristus sendiri adalah kebenaran itu. Api kebenaran didalam diri mereka tidak akan padam karena Allah sendiri yang akan menjadi penyelamat mereka. Bagi mereka yang mencari kebenaran pastilah akan menemukan karena jalan kearah kebenaran akan terbuka lebar namun sedikit yang akan melalui jalan tersebut.
Bagi mereka yang dengan sengaja menyesatkan diri, yang tadinya mengenal kebenaran namun berpaling dari kebenaran maka kepadanya akan di lipat gandakan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya dan tidak akan pernah lagi akan kembali, sama seperti debu yang dihempas angin yang dosa-dosanya dikumpulkan dihadapan tungku perapian yang menyala-nyala. Begitulah nasib sih pengkhianat, lebih tidak mengenal dari pada yang mengenal jalan keselamatan namun dengan sengaja menyesatkan diri.
Manusia sama seperti belalang dipadang gurun yang mencari daun untuk disinggahi namun tidak mengetahui kemana arah yang harus ditujuh. Tidak ada yang dapat memberikan petunjuk selain Dia yang adalah Tuhan yang menjadikan langit dan bumi yang tetap menunjukkan, membimbing dan menebus umatnya dari jalan yang menuju kegelapan. Dialah Tuhan Allah kita yang agung dan tidak ada yang dapat menyaingi-Nya dalam segala hal karena segala sesuatu yang baik itu akan kembali kepada-Nya.

Karena semuanya akan segera berlalu maka sadarilah bahwa inilah saatnya menyerahkan semuanya kepada Dia yang telah ada sebelum segala sesuatu ini dibuat oleh-Nya yang adalah Firman dan juga Roh Allah yang maha Kudus, Dialah Yesus Kristus Anak Allah yang Maha Tinggi, karena kepada-Nya telah diberikan segala sesuatu baik dibawah kolong langit ini maupun yang diatas langit dan kepada-Nya telah diberikan Taktah dari Yang Maha Tinggi Bapa kita di Sorga.

Terpujilah Tuhan atas segala sesuatu yang telah terjadi dihidup ini karena segala sesuatu di dunia ini adalah kepunyaan-Nya. Amin
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mampir di blog ini, semoga saudara di berkati oleh Tuhan kita. amin